Final Liga Champions Mimpi Buruk Bagi Dybala

Minidiario – Final Liga Champions terburuk – Real Madrid memang berhasil mempertahankan gelar juara Liga Champions 2017 dengan menumbangkan Juventus di partai final. Meski telah berlalu, final Liga Champions musim lalu ibarat mimpi buruk bagi penyerang andalan Juventus, Paulo Dybala. Dybala mengaku jika permainan Juventus pada babak kedua yang menghancurkan semua harapan yang mereka bawa. 45 menit tersebut merupakan salah satu perjalanan panjang yang menyakitkan bagi pemain asal Argentina itu.

Final Liga Champions terburuk tersebut benar-benar mematahkan semangat Dybala setelah ambisi merekajuga gagal pada final Liga Champions 2015 melawan Barcelona. Dybala dan rekan di Juventus harus mengakui kehebatan Los Blancos dan terpaksa menelan kekalahan 4-1. Keinginan merengkuh trofi Liga Champions pun kandas hingga sebutan kutukan Juventus pun menggema dari para pecinta sepak bola dunia. Pasalnya Juventus memang kerap gagal setelah berada di final Liga Champions.

Sebenarnya pada babak pertama, Juventus mampu bermain apik meski mereka harus ketinggalan satu gol dari Christiano Ronaldo. Dybala dan tim tetap optimis hingga akhirnya berhasil menyamakan kedudukan dengan Real Madrid lewat gol manis dari Mario Mundzukic. Namun, sepertinya Bianconerri tidak mampu mempertahankan performa apik tersebut hingga mereka harus mengalami final Liga Champions terburuk.

Babak kedua menjadi saat menegangkan setelah Juventus kehilangan kepercayaan diri penuh dan kendali permainan seperti pada saat babak pertama. Akibat dari permainan Juventus yang memburuk itu, tim asuhan Zinadine Zidane berhasil menyumbangkan tiga gol tambahan yang langsung menumbangkan Bianconerri. Tiga gol tersebut berasal dari Casemiro, Christiano Ronaldo dan juga pemain muda berbakat Los Blancos yang melejit akhir-akhir ini, Marco Asensio.

Hal tersebut merupakan final Liga Champions terburuk bagi Paulo Dybala yang berharap memenangkan trofi. Pemain yang kabarnya ditawar Barcelona ini pun kembali bangkit dan yakin pada kesempatan kedua. Ia merasa kekalahan pada final Liga Champions terburuk musim lalu harus terbalaskan sampai dia berhasil mengangkat trofi musim depan. Ya, anda wajib menyaksikan aksi balas dendan Paulo Dybala bersama Bianconerri di panggung Liga Champions yang akan dimulai sebentar lagi.